Vincent Geraldi, Mahasiwa Mankom yang Berpestasi di COMIC BINUS 2021

Mahasiswa Program Studi Manajemen Komunikasi (Mankom) Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran berhasil menorehkan namanya pada jajaran pemenang Lomba COMIC BINUS 2021 kategori public speaking untuk kalangan mahasiswa. COMIC atau Communication In Action merupakan salah satu kompetisi di bidang komunikasi dan bertaraf nasional yang diselenggarakan rutin tiap tahun oleh Communication Departement Binus University. 

Pada tahun ini, BINUS menyasar siswa SMA, Mahasiswa, hingga masyarakat umum untuk mengikuti lomba public speaking atau lomba foto dan cerita. Meskipun dilaksanakan secara online, COMIC BINUS 2021 berhasil menjadi wadah para peserta menyalurkan kreatifitas mereka.

Berawal dari iseng 

Vincent mengaku menemukan pengumuman lomba ini dari snapgram salah seorang temannya. Merasa tertarik, Vincent pun mencari informasi lebih dalam mengenai lomba tersebut. Rupanya Vincent merasa tertantang dengan lomba public speaking, sebab ia belum pernah mengikuti lomba public speaking sama sekali. Vincent yang merasa memiliki waktu senggang pun langsung meregristasikan diri menjadi peserta COMIC BINUS 2021 kategori public speaking untuk mahasiswa/umum.

Ternyata scrolling media sosial tidak selamanya membawa dampak buruk, ya? Tapi jika dilihat lagi, keberanian dan pertimbangan Vincent cukup berpengaruh sampai ke tahap ini. Beruntung saat itu Vincent memilih untuk memberanikan diri dan keluar dari zona nyaman.

Perlombaan pun dimulai, para peserta diminta untuk membuat video berdurasi 1-3 menit mengenai “Anak Muda dan Pandemi”. Dalam kesempatan tersebut, Vincent mengaku telah melakukan persiapan yang cukup matang.

Persiapan dimulai dengan membuat kerangka video, riset, pembuatan naskah, hingga latihan untuk tampil. Vincent mengaku proses ini cukup memakan waktu karena ia merasa harus memberikan yang terbaik untuk ajang ini. Setelah proses pengambilan video, Vincent masih harus melakukan pengeditan dan pengumpulan melalui aplikasi yang sudah ditentukan oleh panitia.

Mengaku mentalnya semakin terlatih setelah mengikuti lomba 

Kejutan datang tiba-tiba. Vincent tidak mengetahui rupanya proses lomba tidak sebatas pengiriman video saja. Masih ada sesi final yang perlu diikuti oleh 10 finalis dari tiap kategori. Untungnya, Vincent masuk dalam kesepuluh finalis yang terpilih. Waah.. sekali ikut lomba bisa langsung keren gini ya!

Untuk menjadi pemenang, setiap peserta harus melakukan impromptu dengan tema yang diberitahu saat hari H. Hal ini membuat Vincent dan peserta lainnya tidak memiliki waktu untuk riset. Dalam menghadapi situasi tersebut, ia mengaku tidak ada yang bisa ia siapkan selain quotes mengenai anak muda dan pandemi serta kesiapan mentalnya. 

Bisa disebut beruntung atau tidak, Vincent mendapatkan giliran pertama public speaking kategori mahasiswa/umum untuk impromptu dihadapan juri. Keuntungannya, dia bisa lebih mudah menarik perhatian juri namun sayangnya dia tidak bisa mempersiapkan diri untuk lawan sederajat yang mungkin memiliki persiapan lebih baik. 

Sebagai urutan pertama kategori mahasiswa, Vincent telah mengamati performa peserta dari kategori SMA. Dari situ membuat kesimpulan bahwa seluruh peserta sudah tampil secara maksimal dengan persiapan matang. Bahkan ia melihat banyak peserta yang sudah menyiapkan materi dan isi topik yang akan dibawakan. Namun sayangnya, tidak sedikit dari mereka yang lupa menarik perhatian audiens juga juri yang berada dihadapan mereka. 

Dari situ Vincent menyusun strateginya sendiri, ia akan menambahkan humor dan membawakan topik dengan lebih interaktif. Tujuannya adalah agar hubungan antara Vincent, audiens, dan juri lebih terbangun dan suasanya menjadi lebih nyaman. Tidak disangka, keputusan inilah yang membuat juri melihat Vincent sebagai yang terbaik dan membuat keputusan untuk menjadikan Vincent juara pertama lomba ini.

Ternyata untuk mengikuti lomba public speaking, kita tidak hanya membutuhkan keterampilan untuk komunikasi ya. Dari cerita Vincent, kekuatan mental, keterampilan menganalisis lawan, hingga perancangan strategi juga dibutuhkan untuk memengaruhi audiens dan juri.

Waduh.. kalo kaya gini, yang pengen jago public speaking kaya Vincent harus belajar banyak ya. Buat Mankomers, jangan lupa ikuti Mata Kuliah Public Speaking dengan baik ya!

Tips lomba public relation ala Vincent Geraldi 

Vincent Geraldi ingin teman-teman bisa berproses dan menghadapi tantangan seperti dirinya. Oleh karena itu, dia membagikan sedikit tips untuk teman-teman yang ingin mengikuti lomba public speaking. 

Pertama, persiapkan materi dengan baik melalui riset. Materi yang baik adalah yang benar adanya dan berasal dari fenomena terbaru seputar topik yang diangkat. Hal ini membuat materi lebih menarik dan juga mudah dimengerti loh!

Kedua, jangan abaikan kesiapan mental! Sebagai komunikator yang berhadapan dengan orang banyak secara langsung, kesiapan mental dapat memengaruhi bagaimana perspektif orang terhadap kamu. Mankomers akan lebih mudah menarik perhatian audiens, jika berbicara dengan penuh rasa percaya diri, dinilai ahli, dan membawakan topik dengan menarik.Ketiga, bangun kepercayaan audiens. Menurut Vincent, jika audiens sudah percaya dengan penyampai pesan serta hubungan antara penyampai pesan dan audiens sudah terbangun dengan baik, maka pesan akan lebih mudah disampaikan dan diterima oleh audiens.

Menjadi mahasiswa sebenarnya membawakan Mankomers banyak sekali keuntungan. Salah satunya adalah kesempatan mengasah bakat melalui perlombaan-perlombaan yang diselenggarakan oleh banyak pihak. Namun, kesempatan tersebut tidak berarti apa-apa jika Mankomers tidak memiliki kemauan dan keberanian untuk memulai. 

Ingat jika Mankomers bukan mahasiswa selamanya dan kesempatan tidak datang dua kali. Ambil kesempatanmu dan raihlah prestasi sebanyak-banyaknya!

Share this: