Manajemen Komunikasi Sapu Bersih Juara Branding Competition Communication Avenue UPH

Memilih Olenka jadi brand adalah perjalanan panjang, banyak brainstorming ini itu yang tentunya berdasarkan data.

Kesembilan Mahasiswa Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung yang terbagi dalam tiga tim berhasil menyabet juara satu, dua, dan tiga pada Branding Competition Communication Avenue Universitas Pelita Harapan. Perlombaan ini bertemakan “Indie” yang diartikan sebagai kebebasan dan kemandirian dalam menghasilkan suatu karya. Kata “Indie” juga digunakan untuk mengekspresikan kesegaran jiwa-jiwa generasi muda dalam aktivitas keseharian mereka.

Perlombaan ini meminta pesertanya untuk berperan sebagai brand consultant sebuah perusahaan. Tugas mereka dimulai dengan merancang formula produk, merintis brand skincare lokal yang dapat bersaing dengan skincare Korea Selatan, dan mampu membuat brand mereka kuat bersaing dengan skincare terkenal lainnya.

Guna memenangkan hati juri, peserta harus mampu membuat perancangan yang sempurna dengan menonjolkan Unique Selling Point produknya masing-masing.

Menyatukan harapan dan skincare Indonesia oleh Tim Gig’s

Juara ketiga diraih oleh Tim Gig’s yang menciptakan produk Asha. Tim ini terdiri dari Ghozy Alfarizy (2018), Genesia Wisnu (2018), dan Irfan Ananda (2018). Menurut bahasa sansekerta, Asha memiliki arti ‘hope’ atau harapan. Harapan berupa peningkatan kepercayaan diri, ketidakterikatan pengguna dengan standar kecantikan yang dianggap tidak masuk akal, dan harapan bisa menjadi versi diri yang lebih baik adalah harapan yang ingin disampaikan oleh tim Gig’s melalui produk ini.

Produk ini didesain dengan mengangkat kebanggaan terhadap bangsa Indonesia sambil menunjukkan bahwa produk Indonesia tidak kalah berkelas dengan produk kecantikan dari Korea Selatan.

Asha sendiri diklaim memiliki keunikan dibandingan brand lokal lainnya. Asha memiliki eksklusifitas yang tidak bisa ditemukan di produk lokal yang biasa kita temui di pasaran. Asha mencoba tampil stand out ditengah ketatnya persaingan industri produk perawatan kecantikan yang dipenuhi oleh produk dari negeri gingseng. 

Selain perancangan produk yang keren, juri juga memuji strategi yang telah mereka susun dan kemampuan story telling para anggotanya. Keren banget ya!

Mengajak perempuan untuk lebih pede lewat produk Olenka

Juara kedua diraih oleh Tim Olenka. Tiga perempuan dibalik Olenka ialah Afi Indraswari (2019), Jessica Manuela (2019), dan Rheivita Mutiara (2019). 

Jessica menuturkan, “Memilih Olenka jadi brand adalah perjalanan panjang, banyak brainstorming ini itu yang tentunya berdasarkan data. Kita berharap bisa menjawab keresahan perempuan-perempuan di Indonesia. Ketika brand skincare lain ingin keliatan seperti produk luar negeri, Olenka ingin tampil dengan otentisitas sumber daya Indonesia melalui cara yang modern dan elegan supaya. Tujuan utamanya agar Olenka tidak kalah saing dengan produk kecantikan dari luar negeri terutama dari Negara Korea Selatan.

Olenka, yang berarti suci dan beruntung dalam etimologi Yunani, dirancang sebagai produk berkelanjutan yang memanfaatkan sumberdaya lokal dan bisa dibudidayakan secara berkelanjutan. Produksi Olenka juga dinyatakan dapat memberdayakan sumber daya manusia disekitarnya. 

Tim Olenka membantu kita sadar bahwa rupanya sebuah produk kecantikan tidak hanya berguna bagi kulit kita tapi juga lingkungan dan orang-orang yang ada dibalik pembuatan skincare tersebut.

Dalam perancangannya, tim ini menyusun kampanye #EmbraceYourProcess untuk menyampaikan pesan bahwa setiap perempuan cantik apa adanya dan produk perawatan kulit atau skincare sejatinya ada untuk memelihara kesehatan kulit secara berkelanjutan dan bukannya semata-mata untuk mempercantik diri.

Dengan menyadari fungsi utama skincare dan menggunakan skincare karena alasan tersebut, pasti akan membuat kita tidak mudah termakan janji skincare dan berhati-hati dalam menggunakannya kan?

Ajakan pakai skincare sambil peduli bumi ala tim Suwa

Juara pertama diperoleh oleh tim SUWA yang beranggotakan Santhi Sathya (2018), Nanda Elisa (2018), dan Irzahwa Sabilla (2018). Tim ini berhasil mempresentasikan Suwa, produk ramah kantong dan ramah lingkungan yang dirancang dengan bahan penuh kearifan lokal. 

SUWA dirancang sebagai green product yang mengedukasi masyarakat mengenai betapa pentingnya bertanggung jawab dengan sisa sampah kosmetik yang mereka punya. Sebagai produk lokal yang saingannya sudah sangat banyak, SUWA diformuasikan dengan bahan-bahan yang didapatkan dari daerah-daerah tertentu di Indonesia. 

Untuk mendukung gerakan hijau nya, tim SUWA merancang kampanye #GlowUpBeyondYourMaze. Kampanye ini dilakukan dengan menantang Gen Z untuk membagikan perjalannnya keluar dari ‘labirin’ masing-masing. Hal ini dilakukan dengan menggunakan produk SUWA selama tujuh hari berturut-turut.

‘Labirin’ yang dimaksud adalah rasa insecure, stigma yang melekat pada dirinya, dan rasa malas untuk menjalani gaya hidup ramah lingkungan. SUWA ingin penggunanya untuk percaya bahwa mereka bisa menjadi lebih baik karena SUWA ada bersama mereka.

Kampanye ini menggunakan media sosial tiktok dan Instagram. Dengan tiktok, peserta kampanye dapat membagikan video challenge melalui akun masing-masing dengan memanfaatkan fitur stitch. Di ujung kampanye, akan dipilih seorang pemenang yang mendapatkan tiket private online concert bersama Nadin Amizah. 

Sedangkan dengan Instagram, SUWA akan bekerjasama dengan KOL (Key Opinion Leader) yang dapat merepresentasikan sasaran mereka yaitu Gen Z. Kampanye melalui Instagram dilakukan dengan postingan yang merepresentasikan bahwa stigma, insecure, dan penilaian negatif dari orang lain hanya akan menutupi siapa kita sebenarnya. Perlu Mankomers tahu, Tim SUWA memeroleh nilai tertinggi pada penilaian kreativitas dan originalitas loh! Mereka juga mendapatkan pengakuan bahwa kampanye yang ingin dilakukan sangatlah keren karena juga memerhatikan community program didalamnya.

Pandemi tidak menghalangi semangat mereka untuk berkolaborasi untuk menorah prestasi. Selain itu Program Studi Manajemen Komunikasi juga senantiasa selalu mendukung mahasiswanya berprestasi di bidang akademik dan non akademik. Dengan dukungan dan fasilitas yang diberikan, diharapkan akan lebih banyak mahasiswa yang semakin semangat berprestasi di kancah nasional dan internasional.

Share this: