Juarai lomba podcast, Mahasiswa Manajemen Komunikasi berhasil keluar dari zona nyaman

Mahasiswa Universitas Padjadjaran, Program Studi Manajemen Komunikasi tak henti-hentinya menorehkan prestasi yang gemilang. Dalam kondisi pandemi covid-19 yang kini sudah tidak lagi menjadi penghalang bagi siapapun untuk dapat meraih prestasi seperti Rotua Rahmad Rajana Soleh yang telah mendapatkan Juara ke-2 pada kompetisi podcast tingkat nasional yang diselenggarakan oleh BKM Universitas Sriwijaya yang diiringi dengan event Millenial Festival 2021 yang menjadi acara tahunan dari BKM Universitas Sriwijaya. Lomba podcast yang diikuti oleh banyak mahasiswa dari seluruh Indonesia ini mengambil tema mengenai ukhuwah atau bisa dibilang perilaku yang baik dalam kehidupan sosial.

Podcast memang menjadi sebuah konten yang kini banyak digemari oleh berbagai kalangan, karena metode monolog atau bahkan chit – chat yang menampilkan audio, serta audio – visual pada podcast ini ternyata menjadi hiburan yang baru serta fresh dengan pembahasan – pembahasan yang menarik, terasa pas ketika pandemi covid-19 melanda banyak orang yang mencari hiburan baru tetapi tetap bermanfaat, maka banyak dari masyarakat Indonesia memilih podcast sebagai salah satu sumber hiburannya. 

Rotua Rahmad Rajana Soleh meraih hasil tersebut karena keberaniannya untuk keluar dari zona nyaman. Informasi yang didapat dari media sosial mengenai gelaran kejuaraan nasional yang diadakan oleh BKM Universitas Sriwijaya ini menjadikan suatu hal yang memacu Rotua untuk keluar dari zona nyamannya, dengan mengikuti lomba podcast. Ia membagikan kisahnya dalam memulai perjalanan mengikuti perlombaan tersebut pada tanggal 18-24 Oktober lalu.“Saya memang sedang belajar untuk meningkatkan skill komunikasi saya, karena jujur saya masih kurang percaya diri ketika berbicara didepan banyak orang, sehingga saya memutuskan untuk belajar dengan membuat podcast sederhana yang nantinya saya bagikan ke teman – teman saya untuk saya mintai komentar serta saran dari mereka” ujar Rotua pada Rabu (16/11/2021).

Sistem online yang diterapkan ini bukan menjadi penghalang, hanya dengan lewat rekaman suara saja Rotua dapat mengirimkan podcast yang dibuatnya dalam kejuaraan tingkat nasional, maka secara tidak langsung ini menjadi momentum yang pas untuk menyelenggarakan serta mengikuti lomba podcast

“Biasanya kalau saya bikin podcast tuh cuman untuk saya bagikan ke teman – teman terdekat saya, nah kalo ini saya harus membagikannya ke public, Jadi ya deg – degan gitu serasa ngomong di depan banyak orang” tambahnya.

Bahkan podcast kini menjadi konten yang laris di pasaran, orang senang mendengarkan opini mengenai berbagai macam topik dari berbagai perspektif. Apalagi ketika pemuda yang dapat mengungkapkan suatu opini atau hanya cerita singkat mengenai hal – hal yang menarik, tentunya menjadi hal yang patut untuk diapresiasi. Pemuda dapat dengan bebas bercerita hingga menyuarakan apa yang menjadi keresahan mereka lewat podcast. Meski begitu, Rotua masih ingin berpikir kembali untuk melanjutkan karirnya di dunia podcast

“Soalnya saya masih banyak target untuk ikut lomba – lomba lainnya seperti pada bidang menulis, tapi sejauh ini podcast masih saya suka buat, tapi ya itu tadi hanya untuk teman dekat saja” kata Rotua.Program Studi Manajemenn Komunikasi bangga dengan prestasi Rotua. Sebagai pemuda komunikasi, Rotua dapat bangkit dan keluar dari zona nyamannya dengan mengikuti lomba podcast nasional dan keluar sebagai Juara ke-2, tentunya hal tersebut memacu Rotua untuk ikut serta di perlombaan lainnya pada bidang yang berbeda.

Sebagai generasi muda memang sudah sewajarnya untuk mencoba banyak hal dan terus menambah pengalaman agar kelak apa yang kita inginkan dapat benar – benar terwujud sesuai dengan harapan. Rotua menjadi contoh bagi banyak Mahasiswa Manajemen Komunikasi dan Mahasiswa lainnya diluar sana yang terlalu asik berada di zona nyamannya hingga tidak menyadari bahwa bisa saja keuntungan datang ketika kita berada di luar zona nyaman. Dan Rotua juga membuktikan bahwa tidak selamanya keluar dari zona nyaman itu mengerikan, ia kini berhasil meraih prestasi pada tingkat nasional bahkan ingin terus bisa mencoba meraih prestasi di bidang lainnya. Selain membanggakan, kejuaraan seperti ini dapat melatih kita menjadi pribadi yang lebih percaya diri.

Share this: