Mahasiwa Manajemen Komunikasi terpilih menjadi Duta Kampus Universitas Padjadjaran

Terpilih menjadi duta kampus, tentunya menjadi suatu prestasi yang sungguh membanggkan. Begitupun bagi Yudhis Salvania Pradana seorang mahasiswa Manajemen Komunikasi asal Sumatera Barat. Yudhis keluar sebagai juara dan terpilih menjadi Duta Kampus Universitas Padjadjaran. Ajang pemilihan duta atau biasa disebut dengan Putra Putri Padjadjaran yang diselenggarakn pada bulan Agustus lalu ini diikuti oleh satu pasang perwakilan dari masing – masing fakultas yang ada di Universitas Padjadjaran. Pemilihan duta ini nantinya bertujuan untuk menghasilkan role model mahasiswa Universitas Padjadjaran dan menjadi sarana untuk penyampaian aspirasi kema unpad terhadap isu – isu yang terjadi di lingkungan sosial khusunya di lingkungan Universitas Padjadjaran

Yudhis Pradana, Putra Putri Padjadjaran 1

Gelaran yang ditunggu – tunggu oleh masyarakat Unpad kini terpaksa harus diselenggarakan secara online, mengingat pandemi covid-19 belum berakhir. Namun hal ini bukan menjadi halangan bagi Unpad dalam menyelenggarakan gelaran ini, antusiasme peserta juga tidak padam meskipun diselenggarakan secara online. Kali ini Yudhis berkesempatan menceritakan perjalanan nya dalam mengikuti kejuaraan ini.

“Saya tertarik mengikuti perlombaan ini karena saya memiliki passion dalam bidang Pageants (pemilihan duta), sejak masih SMA dengan track record pernah menjadi Duta Remaja dan Duta Wisata sehingga saya ingin men-challenge lagi diri saya untuk bisa mengikuti perlombaan serupa salah satunya dengan mengikuti Putra Putri Padjadjaran” ujar Yudhis pada Jum’at (19/11/2021).

Meskipun online sistempenilaian tetap sama yaitu mencakup Brain, Beauty, Behavior. Penampilan atau look (beauty), wawasan yang baik (brain), dan tata krama (behavior).

“Penilaian tidak hanya berdasarkan penampilan atau look saja, karena putra putri padjadjaran bukan ajang pemilihan model tetapi ‘role model’, maka kemampuan wawasan yang baik juga dibutuhkan dan tentunya diiringi dengan tata krama yang baik” tambahnya. 

Tentunya dalam perjalanan mengikuti ajang pemilihan duta ini tidak semuanya berjalan dengan lancar, banyak proses yang tidak mudah yang harus dihadapi oleh Yudhis untuk bisa menjadi juara, rasa gugup, insecure, hingga kendala bahasa harus Yudhis hadapi. 

“Terkadang mengalami perasaan insecure, dan juga gugup untuk menghadapi deep interview, dan juga saya sendiri yang bukan asli orang sunda cukup terkendala untuk bisa memahami bahasa sunda dibandingkan dengan finalis lain, tapi tentunya menyikapi hambatan – hambatan tersebut harus bisa dengan bijak untuk tetap mencari cara agar bisa menutupi hal tersebut dengan terus belajar lebih giat lagi dan meningkatkan percaya diri” kata Yudhis.

Pemilihan duta, sedikit berbeda dengan kejuaraan lainnya. Karena pada kejuaraan ini peserta perlu memiliki beberapa kemampuan mumpuni untuk bisa mengikuti tahapan tahapan dalam penilaiannya. Meski begitu, Yudhis berhasil mempertahankan kemampuannya hingga keluar menjadi juara. Terlepas dari bagaimana banyaknya penilaian pada pemilihan duta, rasa cape dan banyaknya pelajaran baru yang harus dimengerti. Yudhis sendiri mempunyai motivasi yang meyakinkan dia untuk tetap bertahan pada ajang pemilihan ini, dengan bertekad untuk bisa bangkkit dan terus maju berkarya hingga orang lain dapat melihat bahwa kita memiliki arti lebih. 

“aku ingin teman-teman mahasiswa lain melihat bahwa bagaimanapun kondisi kita, pun kita pernah jatuh karena sutau hal seperti mental health issues, kita harus bertekad untuk bisa bangkit terus maju dan terus berkarya sehingga kita bisa tunjukin bahwa kita memiliki arti lebih, lebih dari sekedar kekurangan yang orang lain lihat pada kita”Universitas Padjadjaran sebagai perguruan tinggi tentunya perlu memiliki role model, untuk menunjukkan identitas kampus pada masyarakat luar maupun dalam kampus. Maka pemilihan Putra Putri Padjadjaran ini tentunya telah melewati penyeleksian yang begitu ketat untuk dapat menentukan pemenenang. Bukan hal yang mudah tentunya bagi para peserta untuk dapat melewati tahapan – tahapan dalam proses penilaiannya, tapi mereka tetap menunjukkan yang terbaik untuk bisa menjadi mahasiswa yang berprestasi lewat ajang pemilihan duta kampus ini. Menjadi Duta untuk kampus sendiri tentunya banyak tekanan dari banyak pihak, mereka harus tetap bisa memperlihatkan banyak hal baik dengan menjadi role model yang menginspirasi.

Share this: