Prodi Manajemen Komunikasi Selenggarakan Webinar Pencegahan Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan

Penulis: Nathania Bellatrix

Jatinangor, 10 Mei 2023 – Program Studi Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, melalui kompetisi berskala internasional bertajuk Ideation mengadakan sebuah webinar dengan topik “Silence is Violence: Preventing Sexual Violence Against Women in Public Spaces”. Webinar yang diselenggarakan secara daring ini menghadirkan Desi Yunitasari selaku Founder Komnas Perlindungan Anak Banyuwangi dan Devi Yusvitasari selaku Founder Ruang Pandang Puan sebagai narasumber. Ketua Himpunan Manajemen Komunikasi Kabinet Berekspresi, Zidan Erlangga menyatakan bahwa webinar Ideation ini mengambil tema yang dimaksudkan agar mahasiswa dan mahasiswi menjadi agent of change yang berani memberi perubahan pada isu kekerasan seksual khususnya di ruang publik.

Rangkaian acara dimulai pada pukul 13:00 yang dimoderatori oleh Asti Nurul Widati. Kegiatan dilanjutkan dengan narasumber pertama, Desi Yunitasari selaku Founder Komnas Perlindungan Anak Banyuwangi. Desi Yunitasari memaparkan data-data kekerasan seksual terhadap perempuan. Desi Yunitasari juga membahas fenomena bystander effect dimana seseorang sedang dalam bahaya namun tidak ada yang memberi pertolongan. Fenomena bystander effect yang sering dialami oleh korban kekerasan seksual diakibatkan oleh dua faktor yaitu difusi tanggung jawab dan adanya perasaan terlalu melihat situasi. Fenomena ini perlu dihentikan misalnya dengan edukasi atau kampanye publik untuk mencegah terjadinya lebih banyak kasus kekerasan seksual di ranah publik. Kampanye akan membuat kesadaran hukum bagi masyarakat sehingga nantinya isu serupa dapat diminimalisir. Secara khusus, kampanye dapat mempengaruhi pola pikir masyarakat (kognitif), mengubah sikap atau opini (afektif), dan mengubah perilaku (behavior). 

Poster Webinar Ideation

Devi Yusvitasari selaku Founder Ruang Pandang Puan menjadi narasumber kedua memaparkan cara untuk membuat topik kampanye yang efektif yaitu dengan menggunakan pesan, tagline, dan tagar, mengembangkan strategi akar rumput yaitu dengan mengajak anggota kampanye untuk mencapai suatu target petisi yang spesifik, serta menjadikan isu nasional sebagai isu lokal. Devi Yusvitasari juga menyampaikan salah satu contoh kampanye yang sukses di Amerika Serikat yaitu #MeToo yang telah berhasil meningkatkan budaya pelaporan terhadap kasus pelecehan seksual, dan mempengaruhi ILO (International Labour Organization) untuk berinisiatif menciptakan standar hukum internasional tentang pelecehan seksual di tempat kerja.

Lebih lanjut, Desi Yunitasari dan Devi Yusvitasari membuka sesi tanya jawab bagi audiens yang ingin bertanya seputar kampanye, khususnya kampanye yang berkaitan dengan pelecehan seksual di ruang publik. Rangkaian webinar Ideation “Silence is Violence: Preventing Sexual Violence Against Women in Public Spaces” diakhiri pada pukul 14:50 dengan sesi dokumentasi dan penyerahan sertifikat kepada kedua narasumber oleh Hamdi Satrio selaku Project Officer Ideation. Melalui webinar ini, diharapkan lebih banyak mahasiswa bahkan masyarakat luas yang menaruh perhatian dan simpatinyaterhadap isu kekerasan seksual di ruang publik. 

Share this: