Bagi kalangan mahasiswa, kegiatan pertukaran pelajar mungkin menjadi salah satu mimpi yang ingin mereka raih ketika menjadi mahasiswa. Hal tersebut menjadi sebuah kebanggaan, baik untuk dirinya sendiri, keluarga, kerabat, terlebih almamater tempat mereka menempa ilmu.
Perspektif semacam ini masih cukup banyak melekat di benak setiap pribadi yang beranggapan bahwa studi di luar negeri masih sangat menjanjikan. Pengalaman, ilmu, dan koneksi yang mereka peroleh ketika melakukan pertukaran pelajar membuat mereka rela ikut serta berkompetisi untuk meraih kesempatan menimba ilmu di luar negeri.
Universitas Padjajaran atau Unpad yang terkenal dengan mahasiswa berprestasi dan lulusan unggul. Banyak mahasiswa – mahasiswa Unpad baik setelah lulus atau masih akademisi memiliki prestasi yang tidak dapat dipungkiri kebaikannya. Dari berbagai bidang Unpad telah mencetak bibit – bibit unggul baik akademis ataupun non – akademis. Unpad bangga akan dengan prestasi yang ditorehkan oleh Mahasiswanya. Bukan hanya itu saja, tetapi Mahasiswa tersebut akan menjadi percontohan bagi Mahasiswa lainnya agar terstimulus untuk membuat prestasi juga.
Seperti Mahasiswa – mahasiswa Unpad yang telah berhasil mengikuti program Jenesys (Japan – East Asia Network of Exchange for Students and Youths) 2.0 yang diselenggarakan pada 23 Februari hingga 4 Maret 2014 lalu. Diantaranya adalah Rosy Anindya Nariswari Ritonga (Fakultas Ilmu Komunikasi), Taufik Nurhidayatulloh (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), dan Tinsabak Isnaini (Magister Akuntansi). Mereka bertiga menjadi peserta Jenesys 2.0 yang telah diikuti oleh 95 Mahasiswa dari seluruh Indonesia, mereka berkompetisi dengan sekitar tiga ribu Mahasiswa Indonesia untuk dapat ikut serta.
Salah satu dari mereka bertiga adalah Rosy Anindya Nariswari Ritonga, mahasiswa fakultas ilmu komunikasi (Fikom) Unpad, jurusan Manajemen Komunikasi (Mankom). Rosy yang biasa disapa Oci ini berhasil menjadi salah satu mahasiswa yang terpilih untuk mengikuti program studi banding ke Jepang. Oci berhasil “mengalahkan” 3000-an pesaingnya dari seluruh Indonesia dan diutamakan mahasiswa dari sekolah/universitas islam.