
Himpunan Mahasiswa Manajemen Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran kembali menghadirkan kompetisi komunikasi Ideation 2026. Kompetisi dilaksanakan pada 20 Mei 2026, bertempat di Auditorium Bale Santika, Universitas Padjadjaran, Kampus Jatinangor.
Angkat Tema Online Child Exploitation and Abuse
Tahun ini, Ideation mengangkat tema Online Child Sexual Exploitation and Abuse, yakni salah satu isu yang kian mengkhawatirkan. Laporan Komdigi tahun 2024 mencatat bahwa Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dengan 1.450.403 kasus eksploitasi seksual anak berbasis digital. Maka dari itu, Ideation berupaya mendorong mahasiswa untuk lebih peka terhadap masalah yang genting ini.
Melalui kompetisi ini, peserta merancang strategi komunikasi yang menjadi upaya preventif terhadap kekerasan terhadap anak berbasis digital. Peserta turut menyusun solusi yang realistis dan berbasis data. Sebagai hasil utama dari kompetisi, seluruh peserta Ideation wajib membuat campaign proposal dan pitch deck. Peserta akan mengirimkan draft dari proposal kampanye yang mereka usung, kemudian, juri akan memilih 5 karya terbaik untuk tahap final. Peserta yang berhasil melaju ke tahap final turut mempresentasikan mockup fisik sebagai visualisasi implementasi kampanye yang telah mereka rancang. Selama kompetisi berlangsung, peserta ditantang untuk berpikir kritis, mengolah data, serta menerjemahkan isu sosial menjadi strategi komunikasi yang relevan dan aplikatif.

Project Officer Ideation 2026, Ludwig Osaze Rehema Dwandra, menyatakan bahwa kompetisi ini bukan hanya ajang perlombaan. Ideation menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami isu komunikasi yang berkembang secara global, serta berkreasi dan berkontribusi untuk meningkatkan awareness tentang isu yang terjadi di masyarakat.
“Menurut aku, dampak Ideation bagi mahasiswa adalah menumbuhkan awareness terhadap isu-isu komunikasi yang sedang marak terjadi di kawasan ASEAN maupun global. Selain itu, Ideation juga membantu mahasiswa dalam menciptakan, mengkritisi, dan merealisasikan suatu ide secara terstruktur dan berlandaskan atas data,”ungkapnya.
Pada akhir kompetisi, tim Salbenlen dari Institut Teknologi Bandung berhasil meraih posisi juara pertama. Tim tersebut mengusung rancangan aplikasi social lifeline untuk anak-anak nomaden bernama “The PEERmit”. Tim Tripang dari Universitas Ciputra meraih juara kedua dengan kampanye berbasis game berjudul “Behind the Screen”. Sementara juara ketiga diraih oleh tim Institut Tahu Bulat dari Institut Teknologi Bandung yang mengusung kampanye daring bertajuk “Ada Kakak”.
Penulis: Nadine Aurelia Christine S.